Langsung ke konten utama

Acetazolamide

Pengertian Acetazolamide

Acetazolamide


Acetazolamide merupakan obat golongan diuretik yang mana obat ini dapat digunakan untuk mencegah dan mengurangi gejala penyakit ketinggian, seperti kelelahan, sakit kepala, pusing, muntah, dan sesak napas. Gejala ini biasanya dialami oleh seorang yang sedang melakukan pendakian untuk menuju dataran yang tinggi yaitu di atas 3.000 meter di atas permukaan laut dengan kecepatan laju yang terlalu cepat.

Penggunaan Acetazolamide

Acetazolamide dapat digunakan sebagai tambahan obat lain untuk mengobati berbagai jenis penyakit glukoma, yaitu glukoma sudut terbuka, glukoma sekunder, atau sebelum melakukan operasi glukoma dengan sudut tertutup. karena Acetazolamide ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah cairan yang dapat menumpuk pada bola mata yang menyebabkan ketegangan pada dalam bola mata, yang disebabkan oleh glukoma. Tidak hanya berada dimata, penumpukan cairan yang berada pada tubuh (bengkak/edema) namun akibat penyakit gagal jantung kongestif juga.

Kinerja dari obat Acetazolamide dapat menurun seiring berjalannya waktu, oleh sebab itu hanya akan digunakan dengan durasi yang cukup singkat. Acetazolamide rupanya obat ini juga bisa digunakan sebagai tambahan obat lain untuk mengobati penyakit epilepsi.

Cara Kerja Acetazolamide

cara kerja obat ini adalah dengan meningkatkan pengeluaran air dari tubuh anda melalui ginjal sehingga bisa menurunkan tekanan didalam bola mata dan mengempiskan yang bengkak yang disebabkan oleh adanya penumpukan cairan. 

Efek Samping obat Acetazolamide

Efek samping yang ditimbulkan oleh Acetazolamide di antaranya mual, nafsu makan berkurang, muntah, diare, gangguan alat pengecap, kesemutan, dan yang paling mengerikan adalah libido menurun. akan tetapi ada  pula efek samping yang cukup jarang terjadi seperti kebingungan, mengantuk, gangguan pendengaran dan  demam.

Pemakaian Obat Acetazolamide

Cara mengonsumsi acetazolamide sebaiknya bersamaan dengan makanan. Dan anda harus berhati-hati jika menggunakan obat acetazolamide apabila anda menderita diabetes mellitus dan sudah mempunyai usia yang lanjut.

Dosis Acetazolamide

dosis dari acetazolamide adalah 0.25-1 g sehari. Untuk terapi penyakit epilepsi, pemberiannya juga dapat diminum atau dengan cara suntikan, dengan dosis 0.25-1 g sehari; untuk anak 8-30 mg/kg sehari, maksimal penggunaan dari obat ini adalah obat 750 mg sehari.

Interaksi

Awas. Acetazolamide dapat mempunyai dampak berbahaya apabila dikombinasikan dengan obat yang lain sehingga sebaiknya sebelum anda konsultasikanlah dengan dokter atau apoteker apabila anda akan mengkombinasikan dengan obat-obatan lainnya.

Postingan populer dari blog ini

Teks Eksplanasi Tentang Makanan Sehat

Teks Eksplanasi Tentang Makanan Sehat Makanan sehat adalah merupakan makanan mempunyai kadangdungan nutrisi tepat dan di perlukan oleh tubuh manusia, hal ini dikarenakan tubuh mempunyai kebutuhan nutrisi yang pas dan seimbang agar tetap sehat sehingga pertumbuhan dan regenerasi sel pada tubuh dapat berjalan secara optimal. adapun makanan sehat ini biasa di sebut 4 sehat 5 sempurna. Contoh Makanan Sehat 4 Sehat 5 Sempurna Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah merupakan kelompok makanan yang mempunyai susunan sebagai berikut: 1). Makanan pokok 2). Lauk pauk 3). Sayur-sayuran 4). Buah-buahan 5). Susu 1. contoh dari bahan makanan pokok yang nudah kita temui dan ada di indonesia antara lain adalah sebagai berikut: beras yang diolah sebagai Nasi, Jagung yang diolah menjadi nasi, Sagu yang merupakan makanan khas dari masyarakat papua dan maluku, Singkong yang bisa dibuat tiwul atau di rebus dan dibakar saja, kentang yang biasanya di olah seperti orang orang barat, atau Gandum yang biasanya dijadu...

Acetylcysteine

  Acetylcysteine Acetylcysteine atau Alstein, Dorbigot, Hidonac, Mucylin, Nytex, Pectocil, Simucil 200 adalah penawar bagi seseorang terlalu banyak mengkonsumsi parasetamol sehingga overdosis. Acetylcysteine diberikan kepada pasien dengan masalah gangguan kronis dan bronkopulmonalis yang telah akut seperti pada pneumonia, tracheobronchitis, bronkitis, emfisema,  bronkitis kronis asma,  TBC, atelektasis atau pengerutan jaringan paru yang diakibatkan oleh lendir yang menyumbat. Pengidap penyakit kista fibrosis paru, pada umumnya akan berdahak normal sehingga menjadikan lengket pada saluran pernafasan. mukolitik inilah salah satunya yang dapat digunakan untuk mencairkan dahak pada saluran pernapasan. Cara Kerja Acetylcysteine Selain sebagai pengencer dahak, acetylcysteine memiliki efek melindungi sel hati dari keracunan akibat parasetamol. Efek Samping yang di timbulkan obat ini dapat menimbulkan efek samping penyempitan saluran udara pada paru-paru, angiedema atau pemb...