Acetylcysteine
Acetylcysteine atau Alstein, Dorbigot, Hidonac, Mucylin, Nytex, Pectocil, Simucil 200 adalah penawar bagi seseorang terlalu banyak mengkonsumsi parasetamol sehingga overdosis.
Acetylcysteine diberikan kepada pasien dengan masalah gangguan kronis dan bronkopulmonalis yang telah akut seperti pada pneumonia, tracheobronchitis, bronkitis, emfisema, bronkitis kronis asma, TBC, atelektasis atau pengerutan jaringan paru yang diakibatkan oleh lendir yang menyumbat.
Pengidap penyakit kista fibrosis paru, pada umumnya akan berdahak normal sehingga menjadikan lengket pada saluran pernafasan. mukolitik inilah salah satunya yang dapat digunakan untuk mencairkan dahak pada saluran pernapasan.
Cara Kerja Acetylcysteine
Selain sebagai pengencer dahak, acetylcysteine memiliki efek melindungi sel hati dari keracunan akibat parasetamol.
Efek Samping yang di timbulkan obat ini dapat menimbulkan efek samping penyempitan saluran udara pada paru-paru, angiedema atau pembengkakkan pada jaringan bawah kulit, wajah kemerahan, gatal-gatal, mual, muntah, demam, pingsan, berkeringat, athralgia (nyeri pada sendi), pandangan kabur, pH darah menjadi asam, gangguan fungsi hati, kebingungan, henti jantung, iritasi mata. Maka segera konsultasikan dengan dokter jika Kamu mengalami salah satu atau beberapa efek samping tersebut.
Pemakaian Obat Acetylcysteine
Acetylcystein umumnya berbentuk suspensi yang mana obata ini harus dilarutkan dahulu dengan air sebelum diminum bersamaan dengan makanan. Pasien yang mempunyai riwayat penyempitan bronkus paru dan pada pasien yang memiliki penyakit lambung sebaiknya hati-hati menggunakan obat ini.
Ibu hamil dan menyusui juga berbahaya penggunaan dapat menyebabkan pandangan mata kabur sehingga pasien yang mengkonsumsi obat ini dilarang berkendara atau mengoperasikan mesin.
Sebagai mukolitik atau pengencer dahak obat ini mempunyai dosis Dewasa 1-2 ml larutan 10% atau 20% setiap jam. untuk dewasa dan anak anak sama
Dosis Acetylcysteine unuk keracunan parasetamol
Dewasa: dosis awal 150 mg/kg (maks. 16,5g) dalam larutan 200 ml selama 60 menit, kemudian 50mg/kg (maksimal 5.5g) dalam larutan 500 ml selama 4 jam, lalu lanjutkan 100mg/kg (maks. 11g) dalam larutan 1L untuk 16 jam ke depan.
Untuk anak-anak 40 kg: sama dengan dosis dewasa.
Obat acetylcystein tidak bisa digunakan bersamaan dengan obat - obatan berikut ini karena akan menimbulkan efek samping yang berbahaya, yaitu amphotericin B (obat infeksi jamur), Na Ampicillin, erythromycin lactobionate dan beberapa antibiotik golongan tetrasiklin.